Sejarah Kuno Taekwondo
1. Latar Belakang Sejarah Taekwondo
Menurut sejarah, Taekwondo di Korea telah ada sejak lima ribu tahun silam. Setelah dilakukan penelitian, latar belakang lahirnya Taekwondo tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan sosial masyarakat dan sejarah bangsa Korea pada masa lalu dan sekarang, karena merupakan akar budaya sekaligus cabang olahraga.

2. Seni Beladiri Zaman Kuno di Korea
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap bukti sejarah yang ada pada lukisan-lukisan yang ditemukan pada dinding-dinding didalam goa ataupun diluar goa, demikian juga yang terdapat dalam buku-buku sejarah Korea, ditemukan adanya kata-kata “Su-bak” yang artinya latihan memakai tangan dan kaki.
Berdasarkan hal tersebut, seni beladiri Taekwondo murni bersumber dari sejarah, dan bukan dari rekaan-rekaan atau hasil imajinasi semata.

Dengan demikian Taekwondo sebenarnya tidak cukup hanya dengan memakai buku-buku saja, akan tetapi perlu mempelajari fakta-fakta sejarah.
3. Taekwondo Zaman Kuno
Setiap suku bangsa mempunyai ciri khas seni beladiri. Mulai pada zaman dahulu, kala manusia sering berkelahi dengan binatang buas dan berperang dengan suku bangsa lain hingga kini. Hal itu terjadi karena fenomena alam, pada zaman dahulu sebelum manusia menemukan dan menciptakan senjata, manusia belum memiliki teknik berkelahi, hanya menggunakan anggota tubuh. Pada saat itu, selain untuk berkelahi, manusia juga berlatih beladiri untuk menjaga kesehatan.
Seni beladiri mulai berkembang secara sistematis dan tekniknya berkembang mengikuti perkembangan zaman. Senjata yang digunakan/diciptakan juga mengikuti perkembangan, tidak terkecuali dengan Taekwondo.
4. Taekwondo Zaman Tiga Negara
- Go-gu-ryo (37 SM – 668 M)
“Go-gu-ryo” didirikan tahun 37 SM – 668 M yang wilayahnya meliputi Korea Utara dan sebagian wilayah Cina sekarang. Pada tahun 37 SM – 427 M, ibukotanya adalah Tunsko, dan di ibukota inilah ditemukan dua kuburan “Gak-jo” dan “Mu-yong”, serta lukisan di dindingnya. Lukisan ini menggambarkan karakter orang-orang pada waktu itu, dan lukisan dinding di “mu-yong” bergambar dua orang yang sedang berkelahi. Jadi diduga bahwa Taekwondo sudah ada pada waktu itu.”Go-gu-ryo” mencapai masa kejayaan dibawah pengaruh kegiatan “Son-be” yang merupakan perkumpulan orang-orang yang ahli seni beladiri. “Son-be” didirikan oleh raja agung “Te-jo”. “Son-be” menunjukkan “Son-in” yang berarti bertapa atau orang yang memiliki kekuatan gaib (alam). Selama bulan Maret dan Oktober, raja agung “Te-jo” membuat pesta “Sin-su-du”.

- Sil-la (57 M – 935 M)
Negara Sil-la mempunyai “Hwa-rang” yakni organisasi yang memberikan pendidikan dan mengurusi militer. Organisasi “Hwa-rang” merupakan kelompok anak-anak aristokrat. “Hwa-rang” didirikan atas petunjuk raja”Jin-heng”.
Waktu menghadapi perang, mereka rela berperang seperti “Son-be” di “Go-gu-ryo”. Mereka mempunyai sumpah yang terkenal sampai sekarang “hwa-rang o-ge” yang berarti setia kepada negara, berbakti kepada orangtua, berani berperang serta membunuh dengan penuh pertimbangan. “Hwa-rang” berlatih bermacam-macam seni beladiri termasuk “Su-bak”. Faktor yang penting bagi organisasi “Hwa-rang” terfokus pada mempersatukan negara menjadi satu.
- Bek-je (18 M – 660 M)
Selama zaman Bek-je, sulit mencari kata “Tek-gyon” atau “Su-bak” dalam buku sejarah, namun tercatat “Su-byok-ta” yang merupakan satu jenis seni beladiri dari “Je-wang-un-gi” buku sejarah yang diperkirakan dibuat pada waktu seni beladiri tersebut berjalan.
Sumber : Belajar Praktis Taekwondo, Kim Sung Woo, KOICA
Posted by Martial.Arts-Equipment
