Disarikan oleh : Paul Alexander M. Eman

  • SENI BELA DIRI TAEKWONDO

Seni beladiri Taekwondo sudah mendunia dan resmi dipertandingkan di Olympiade Sidney th.2000, setelah sebelumnya diperkenalkan sebagai olahraga demonstrasi di Olympiade Seoul th.1988. Taekwondo sudah mulai berkembang di tanah Korea di masa Kerajaan Goguryeo (37 SM–668 M) dengan nama berbeda, yaitu SubakTaekkyonTaeyon.

Pada tulisan kali ini, mari kita mengenal SEJARAH BERDIRINYA NEGARA KOREA, dengan singkat.

  • SEJARAH AWAL

Negeri Korea memiliki sejarah panjang yang dimulai jauh sebelum terbentuknya negara modern yang kita kenal sekarang. Asal usul Korea dapat ditelusuri kembali ke zaman kuno dengan berdirinya GOJOSEON, kerajaan pertama di semenanjung Korea yang konon didirikan oleh Dangun Wanggeom pada tahun 2333 SM. Meski keberadaan Dangun dianggap sebagai legenda, GOJOSEON tetap dicatat  sebagai kerajaan pertama yang membentuk dasar budaya serta identitas Korea.

GOJOSEON akhirnya runtuh pada tahun 108 SM akibat invasi oleh Dinasti Han dari Tiongkok. Setelah kejatuhan GOJOSEON, wilayah Korea terpecah menjadi beberapa kerajaan kecil, tetapi akhirnya muncul tiga kerajaan utama, yaitu Kerajaan Goguryeo, Kerajaan Baekje, dan Kerajaan Silla, dan dikenal sebagai periode Tiga Kerajaan atau “SAMGUK”.

  • Periode TIGA KERAJAAN atau SAMGUK
  1. Kerajaan Goguryeo (37 SM–668 M): Kerajaan terbesar dan paling utara yang sering berperang dengan Tiongkok. Di masa ini cikal bakal Taekowondo mulai berkembang.
  2. Kerajaan Baekje  (18 SM – 660 M):   Kerajaan yang menguasai wilayah barat daya Korea, dikenal karena kemajuannya dalam seni dan budaya.
  3. Kerajaan Silla     (57 SM – 935 M):     Kerajaan yang berhasil menyatukan Korea pada tahun 668 M dengan dibantu Dinasti Tang dari Tiongkok.
  • Penyatuan Dinasti Silla dan Dinasti Goryeo

Tahun 668 M, dengan bantuan dari Dinasti Tang, Kerajaan Silla berhasil mengalahkan Kerajaan Goguryeo dan Kerajaan Baekje. Menyatukan hampir seluruh semenanjung Korea di bawah kendalinya. Ini menandai awal periode Kerajaan Silla Bersatu (668–935 M). Selama masa ini,  Korea mengalami perkembangan pesat dalam bidang seni, agama,dan pemerintahan.

Namun, kekuasaan Silla mulai melemah pada abad ke-9, yang akhirnya menyebabkan pembentukan kembali kerajaan-kerajaan kecil.   Pada tahun 918, Wang Geon, seorang jenderal dari kerajaan kecil yang dikenal sebagai Kerajaan Goryeo, berhasil merebut kekuasaan dan mendirikan Dinasti Goryeo (918–1392),  dari mana nama “Korea” berasal.

  • Dinasti Joseon: Periode Keemasan Korea

Dinasti Joseon juga dikenal dengan penerapan Konfusianisme sebagai ideologi negara, yang sangat mempengaruhi struktur sosial, pendidikan, dan pemerintahan Korea selama berabad-abad.

  • Dinasti Goryeo

Dikenal dengan kontribusinya dalam bidang seni, terutama keramik celadon, serta sistem hukum dan birokrasi yang terorganisir. Pada masa ini, agama Buddha juga mencapai puncak pengaruhnya di Korea.

  • Dinasti Joseon

Dinasti Goryeo akhirnya digantikan oleh Dinasti Joseon pada tahun 1392, yang didirikan oleh Yi Seong-gye. Memerintah Korea selama lebih dari 500 tahun, hingga tahun 1910, dan dianggap sebagai periode keemasan dalam sejarah Korea. Di bawah Dinasti Joseon, Korea mengalami kemajuan yang signifikan dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya.

Salah satu prestasi terbesar dari periode ini adalah penciptaan aksara Hangul oleh Raja Sejong pada tahun 1443, yang menggantikan sistem penulisan Hanzi yang lebih sulit dipelajari oleh rakyat biasa.

    • Penjajahan Jepang dan Perjuangan Kemerdekaan

    Pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, Korea menghadapi tekanan besar dari kekuatan asing, terutama Jepang. Setelah beberapa dekade intervensi dan manipulasi, Jepang secara resmi mencaplok Korea pada tahun 1910, memulai periode kolonial yang penuh penderitaan .

    Selama masa penjajahan Jepang (1910–1945), rakyat Korea mengalami eksploitasi, penindasan, dan upaya untuk menghapus budaya dan identitas mereka. Bahasa Korea dilarang, dan banyak rakyat Korea dipaksa bekerja sebagai buruh atau menjadi “comfort women” (wanita penghibur) bagi tentara Jepang. Meskipun demikian, perlawanan terhadap penjajahan Jepang terus berlanjut, baik di dalam maupun di luar negeri.

    Salah satu momen penting adalah Gerakan 1 Maret 1919, sebuah protes massal yang menginspirasi gerakan kemerdekaan di seluruh Korea dan dunia.

    • Perang Dunia II dan Pembagian Korea

    Pada tahun 1945, dengan kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II, Korea akhirnya dibebaskan dari penjajahan. Namun, kebebasan ini tidak membawa perdamaian yang diharapkan. Sebaliknya, semenanjung Korea segera menjadi medan persaingan ideologi antara kekuatan Blok Timur yang dipimpin oleh Uni Soviet dan Blok Barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat.

    Bulan Agustus 1945, sebagai langkah sementara untuk menangani kekosongan kekuasaan di Korea, semenanjung ini dibagi di sepanjang paralel ke-38, dengan Uni Soviet menguasai bagian utara dan Amerika Serikat menguasai bagian selatan. Meski awalnya pembagian ini bersifat sementara, ketegangan antara kedua blok segera memanas, yang akhirnya mengarah pada pembentukan dua negara terpisah.

    • Pembentukan Korea Utara dan Korea Selatan

    Tahun 1948, di tengah ketegangan Perang Dingin yang meningkat, dua negara terpisah secara resmi terbentuk di semenanjung Korea. Di selatan, Republik Korea (Korea Selatan) didirikan pada 15 Agustus 1948, dengan Syngman Rhee sebagai presiden pertamanya.

    Sementara di utara, Republik Rakyat Demokratik Korea (Korea Utara) didirikan pada 9 September 1948, dipimpin oleh Kim Il-sung.

    Pembagian ini membawa perubahan besar bagi Korea, tidak hanya secara politik, tetapi juga dalam kehidupan sosial dan ekonomi. Korea Selatan berkembang menjadi negara dengan sistem kapitalis yang didukung oleh Amerika Serikat, sementara Korea Utara menganut ideologi komunisme yang didukung oleh Uni Soviet dan Cina.

    ************

    Daftar Pustaka:
    1) Seth, Michael J. A Concise History of Korea: From Antiquity to the Present. Rowman & Littlefield, 2016.2
    2) Cumings, Bruce. Korea’s Place in the Sun: A Modern History. W.W. Norton & Company, 2005.
    3) Armstrong, Charles K. The North Korean Revolution, 1945–1950. Cornell University Press, 2003.
    4) “Korean War Timeline.” , A&E Television Networks, (.)
    5) “The Korean War: Everything You Need to Know.” National Archives
    . 6) https://x.com/iamrobot/status/1829287413908439099

    By Paul Alexander Eman

    Ketua Bidang-IV Pengurus Provinsi Taekwondo DKI Jakarta. Lawyer @Alexander-Yudha Lawfirm. LENTERA Production.