Disusun berdasarkan catatan dan pemikiran Master Coki Tanjung.
Coaching Clinics Poomsae yang diselenggarakan oleh PengProv. Taekwondo DKI Jakarta pada 24–25 Mei 2026, menjadi kesempatan berharga bagi para peserta untuk belajar langsung dari 3 (tiga) instruktur Poomsae asal Korea Selatan yang memiliki pengalaman dan kompetensi di tingkat internasional. Mereka adalah :
1.) Master Park Dong Hun – Dan 7 : ex-Korean National Taekwondo Team dan Korean National Poomsae Coach ;

2.) Master An Jin Mo – Dan 5 : ex-Pelatih Freestyle Poomsae Team Nasional Thailand dan ex-Pelatih World Taekwondo Demonstration Team ;

3.) Master Jin Young Na – Dan 7.

Tidak hanya sekedar berdiri di atas panggung
Kegiatan yang berlangsung di Baywalk Mall, Pluit, Jakarta Utara tersebut tak hanya memberikan pembelajaran mengenai teknik dan standar Poomsae terkini, tapi juga memberi pelajaran penting tentang Profesionalisme, Etos Kerja, serta Dedikasi seorang pelatih dalam menjalankan tugas.
Sejak sesi pertama dimulai, ketiga instruktur menunjukkan kesungguhan yang luar biasa. Mereka tak hanya sekedar berdiri di atas panggung meneriakkan instruksi dan aba-aba, tapi terlibat langsung dalam setiap proses latihan. Berulang kali mereka memperagakan langsung teknik-teknik gerakan, mengkoreksi detail gerakan peserta, menjelaskan prinsip-prinsip dasar yang sering terabaikan, dan pastinya memberikan contoh gerakan Poomsae yang benar sesuai standar internasional.
Keringat bukanlah satu-satunya ukuran kualitas seorang Pelatih
Satu hal paling menonjol yang terlihat sepanjang sesi latihan adalah Totalitas para instruktur Korea Selatan itu. Sejak awal dimulai sampai akhir acara, mereka terus bergerak. Memperagakan teknik. Mengoreksi detail gerakan. Memberi arahan. Menjawab pertanyaan peserta. Tampak jelas keringat membasahi Dobok mereka. Padahal venue acara dilengkapi dengan mesin pendingin ruangan.
Keringat memang bukanlah satu-satunya ukuran kualitas seorang Pelatih atau Instruktur. Tetapi, keringat sering menjadi bukti nyata bahwa ilmu yang disampaikan tidak hanya keluar dari lisan, melainkan juga lahir dari keterlibatan langsung, kerja keras, dan tanggung jawab untuk memastikan setiap peserta benar-benar memahami materi yang diberikan.

Pemandangan seperti ini menjadi sesuatu yang sangat berharga. Di tengah era ketika banyak orang saling berbicara mengenai teknik, strategi, maupun pengalaman, para instruktur Korea Selatan ini menunjukkan bahwa kualitas seorang pelatih tidak diukur dari seberapa sering tampil di depan publik atau seberapa banyak kegiatan yang pernah diikuti. Kualitas sejati terlihat dari kedalaman penguasaan materi, kemampuan mengajarkan detail teknik secara benar, serta kesediaan untuk turun langsung membimbing peserta supaya mereka memahami setiap gerakan dengan baik.
Melalui Coaching Clinics Poomsae ini, para peserta dapat menyaksikan secara langsung bagaimana pelatih-pelatih berkelas internasional bekerja. Tak ada kesan untuk menjaga jarak, tidak ada upaya menunjukkan Superioritas, dan tidak ada kebutuhan untuk ‘show off’ memamerkan pencapaian pribadi dengan berlebihan. Yang tampak justru kerendahan hati seorang guru yang ingin memastikan ilmu yang dimilikinya dapat ditransfer secara maksimal kepada generasi berikutnya. ‘Transfer Knowledge‘ berjalan dengan semestinya.
Refleksi positif bagi perkembangan Taekwondo di Jakarta
Fenomena tersebut sekaligus menjadi refleksi positif bagi perkembangan Taekwondo di Jakarta khususnya, dan layak juga bagi Taekwondo Indonesia. Dunia kepelatihan Taekwondo membutuhkan figur-figur yang bukan hanya mampu berbicara dan berteori mengenai teknik, tetapi juga mampu menunjukkan dan membuktikannya langsung di lapangan. Karena pada waktunya, peserta datang bukan untuk menyaksikan siapa yang paling terkenal, melainkan untuk memperoleh ilmu yang benar, akurat, dan dapat diterapkan dalam proses latihan maupun pertandingan.

Semangat yang ditunjukkan Park Dong Hun, An Jin Mo, dan Jin Young Na selama Coaching Clinics ini menjadi inspirasi tersendiri bagi seluruh peserta. Mereka tidak sekadar mengajar, tetapi juga memberikan teladan nyata tentang Disiplin, Kerja keras, Profesionalisme, dan Kecintaan terhadap olahraga Taekwondo.
Lebih dari sekadar pelatihan teknik Poomsae, kegiatan ini telah menjadi ruang pembelajaran tentang makna seorang pelatih sejati. Bahwa semakin tinggi ilmu seseorang, semakin besar pula tanggung jawabnya untuk berbagi. Dan bahwa kehormatan seorang pelatih tidak dibangun oleh banyaknya pujian yang diterima, melainkan oleh manfaat yang dirasakan oleh para murid yang diajarnya.
Sebuah pelajaran yang akan terus diingat
Saat acara berakhir, para peserta tidak hanya pulang membawa pengetahuan dan pemahaman baru mengenai Poomsae, tetapi juga memperoleh pelajaran berharga tentang bagaimana Profesionalisme dan Dedikasi diwujudkan dalam tindakan nyata. Sebuah pelajaran yang akan terus diingat dalam jangka panjang, jauh sesudah Coaching Clinics Poomsae ini selesai dilaksanakan.

“Semakin bangga menjadi Taekwondoin DKI…!!!”
**********
