Ditulis oleh : Paul Alexander Eman

Mayjen TNI (Mar) Oni Junianto lulusan Pasukan Khusus Korea 707th SMB
Tak banyak yang tahu, bahwa Mayor Jenderal TNI (Mar) Dr. Oni Junianto,S.A.P.,M.M.,M.Tr.Opsla., yang menjabat sebagai Waketum-II Pengprov Taekwondo Indonesia Jakarta adalah seorang Jenderal bintang dua Marinir lulusan Pasukan Khusus Korea Selatan 707th SMB tahun 2003. Pasukan Khusus Korsel 707th Special Missions Battalion (SMB) dibentuk untuk memerangi aksi teror. Pasukan Khusus ini menjadi pengawal utama perhelatan Asian Games 1986 yang berlangsung di Korsel. Saat ini, personil 707th SMB sudah lebih dari 1000 personil. Sebagai kekhususan, di satuan 707th SMB selalu terdapat personil perempuan, yang diyakini akan berperan besar dalam situasi dimana perempuan tidak akan menjadi orang yang dicurigai, padahal mereka adalah anggota pasukan khusus terlatih yang siap mendobrak dan melumpuhkan.


707th SMB harus menyandang sabuk hitam Taekwondo
Yang menarik, salah satu persyaratan yang harus dipenuhi bagi semua anggota 707th SMB adalah setiap personil harus menyandang sabuk hitam Taekwondo, atau olahraga beladiri sejenisnya. Penggemblengan fisik dan mental dilakukan a.l. latihan ketahanan fisik di medan bersalju, di ruang bersuhu Nol, renang di danau beku tanpa pelindung badan, terjun payung, rappeling, perang gunung, beladiri, penguasaan persenjataan, demolisi (peledakan), dan banyak lainnya. Itu semua harus dijalani sebagai tahapan seleksi. Sesudah diterima di Team, makin terfokus latihan-latihannya. Porsi latihannya ekstrim dan terfokus ke pola-pola khas pasukan khusus, seperti scuba diving, tembak reaksi cepat, taktis penyerangan, dan latihan-latihan berat lainnya.
“Setiap Prajurit Marinir di dunia adalah saudara (Marine Brotherhood)“

Ada istilah populer di kalangan prajurit Marinir seluruh dunia, yaitu: “Marine Brotherhood”, diterjemahkan sebagai: “Setiap Prajurit Marinir di dunia adalah saudara”. Filosofi ini sungguh melekat dan ditunjukkan oleh sikap Oni Junianto yang tahun ini berhasil menyelesaikan studi program Doktoral dan lulus dengan nilai Cum Laude sehingga berhak menyandang gelar Doktor, ketika Oni Junianto menyapa dan memberi salam untuk Professor Lee Ho Yul-Vice Chairman of Technical Committee World Taekwondo. Professor Lee Ho Yul di akhir minggu lalu, ikut menjamu Team Taekwondo Jakarta yang sedang menjalani Training Centre (T.C.) di Shinhan University, Korea Selatan. Selain pernah meraih Juara Dunia Taekwondo di tahun 1976, Lee Ho Yul tercatat sebagai anggota Pasukan Marinir Korea Selatan, dan menjabat sebagai pelatih Team Nasional Taekwondo Korsel. Mayjen TNI Marinir Oni Junianto lulusan Pasukan Khusus Korea 707th SMB. Professor Lee Ho Yul juga prajurit Marinir. Maka, demikianlah perwujudan dari ekspresi “Marine Brotherhood”.




Bagi adik-adik yang masih belajar di bangku sekolah, menjadi seorang prajurit Marinir yang gagah dan tangguh, layak untuk dijadikan pilihan cita-citamu. Prajurit Marinir adalah Petarung.
“Semakin bangga menjadi TAEKWONDOIN JAKARTA…!!!”
**********
